Friday, 12 March 2021

HURAIAN DARI TAFSIR IBN KATSIR - AYAT-AYAT TERPILIH

 huraian dari tafsir ibnu katsir :

1)  **2:177 - Kebajikan ialah termasuk ( beriman, derma harta pada kaum kerabat,  anak yatim dan miskin, orang meminta, solat , zakat, menepati janji, tabah dan sabar masa sempit, sakit . ini lah sifat orang bertaqwa dan iman

HURAIAN :    ( hadis sedekah infaq )

Firman Allah: wa aatal maala ‘alaa hubbiHi (“Dan memberikan harta yang dicintainya.”) Artinya, menyedekahkan hartanya padahal ia sangat mencintai dan menyenanginya. Demikian dinyatakan oleh Ibnu Mas’ud, Sa’id bin Jubair, dan lainnya. Sebagimana telah diriwayatkan dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Muslim, hadits marfu’ dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah engkau menyedekahkan harta sedang engkau dalam keadaan sehat lagi tamak, engkau menginginkan kekayaan dan takut miskin.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dan firman Allah Ta’ala yang berikutnya: dzawil qurbaa (“Kepada kerabatnya.”) Mereka ini lebih diutamakan untuk diberi sedekah, sebagaimana ditegaskan dalam hadits berikut ini: “Sedekah kepada orang-orang miskin itu hanya (berpahala satu) sedekah saja. Sedangkan sedekah kepada kerabat (berpahala) dua, yaitu sedekah dan silaturrahmi. Mereka itu orang yang paling utama untukmu dan untuk mendapatkan kebaikan serta pemberianmu.”

Wal yataamaa (“Anak-anak yatim.”) Yaitu mereka yang tidak mempunyai orang yang menafkahinya, dan ditinggal mati oleh ayahnya pada saat masih lemah, kecil, dan belum baligh serta belum mempunyai kemampuan untuk mencari nafkah.

Wal masaakiina (“Dan orang-orang miskin.”) Yaitu mereka yang tidak dapat memenuhi kebutuhan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Mereka ini harus diberi sedekah agar dapat menutupi kebutuhan dan kekurangannya.

Dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. pernah bersabda: “Orang miskin itu bukanlah orang yang berjalan mengelilingi orang-orang, lalu memperoleh [dari meminta-minta] satu atau dua butir kurma, sesuap nasi atau dua suap makanan, tetapi orang miskin adalah orang yang tidak mendapatkan kekayaan yang mencukupinya, serta tidak mendapatkan jalan untuk mem-perolehnya sehingga ia diberi sedekah.” (Muttafaqun ‘alaih)

Was saa-iliina (“Orang orang yang meminta-minta.”) Mereka itu adalah orang yang tampak meminta, maka ia diberi zakat dan sedekah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Fatimah bin Husain, dari ayahnya, Abdur Rahman Husain bin Ali menceritakan, Rasulullah bersabda: “Orang yang meminta memiliki hak meskipun ia datang dengan menunggang kuda.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)





2) **2:186“Dan apabila bamba-bamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintab)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

HURAIAN :   ( mutasyabihat - Allah dekat dengan hambaNya )

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari, ia menceritakan, ketika kami bersama Rasulullah dalam suatu peperangan, kami tidak mendaki tanjakan, menaiki bukit, dan menuruni lembah melainkan dengan mengumandangkan takbir. Kemudian beliau mendekati kami dan bersabda, “Wahai sekalian manusia, sayangilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak berdo’a kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdo’a kepada Rabb yang Mahamendengar lagi Mahamelihat. Sesungguhnya yang kalian seru itu lebih dekat kepada seorang di antara kalian dari pada leher binatang tunggangannya. Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku ajari sebuah kalimat yang termasuk dari perbendaharaan surga? Yaitu: laa haula walaa quwwata illaa billaaHi (Tiada daya dan kekuatan melainkan hanya karena pertolongan Allah).”

Hadits tersebut diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim serta beberapa periwayat lainnya, dari Abu Utsman an-Nahdi.

Diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad dan Sunan at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah bersabda: “Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: Penguasa yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang didhalimi. Allah akan menaikkan doanya tanpa terhalang awan mendung pada hari kiamat dan dibukakan baginya pintu-pintu langit, dan Dia berfirman, ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku pasti menolongmu meskipun beberapa saat lagi.’”





3) **2:243-245 - Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampong halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: ‘Matilah kamu,’ kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 243) Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesunggubnya Allah Mahamendengar lagi Mahamengetahui. (QS. Al-Baqarah: 244) Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245)

HURAIAN :   ( penduduk lari dari wabak taun lalu dimati then dihidup )

Dari Ibnu Abbas, mengenai firman Allah: alam tara ilalladziina kharajuu min diyaariHim wa Hum uluufun hadzaral mauti (“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati,”) ia mengatakan, “Mereka berjumlah empat ribu orang. Mereka pergi untuk menghindarkan diri dari wabah tha’un. Mereka mengatakan, “Kami akan pergi ke daerah yang tidak ada kematian disana.” Dan ketika mereka sampai di suatu tempat, Allah Ta’ala berfirman kepada mereka, “Matilah kamu.” Maka mereka pun mati semuanya. Setelah itu ada seorang nabi yang melewati mereka. Ia berdo’a kepada Rabb-Nya agar Dia menghidupkan mereka. Kemudian Allah Ta’ala menghidupkan mereka. Dihidupkannya mereka kembali oleh Allah, mengandung pelajaran dan dalil yang pasti akan adanya kebangkitan jasmani pada hari kiamat kelak. Oleh karena itu Allah berfirman, innallaaHa dzuu fadlin ‘alannaasi (“Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia.”) Yaitu karunia berupa diperlihatkannya tanda-tanda kekuasaan Allah yang jelas. Walaakinna aktsaran naasi laa yasykuruun (“Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”) Artinya, mereka tidak bersyukur atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, baik nikmat agama maupun dunia.

Dalam kisah tersebut mengandung pelajaran dan dalil yang menunjukkan bahwa tindakan menghidarkan diri dari takdir itu sama sekali tidak berguna. Dan bahwasanya tidak ada tempat berlindung dari ketentuan Allah kecuali kepada-Nya. Karena mereka pergi dengan tujuan menghindarkan diri dari wabah penyakit untuk meraih kehidupan yang panjang, tetapi mereka mendapatkan kebalikan dari apa yang mereka tuju. Kematian mendatangi mereka dengan cepat dan dalam satu waktu.

Termasuk dalam pengertian ini adalah sebuah hadits shahih Yang diriwayatkan Imam Ahmad, bahwa Abdurrahman bin Auf memberitahu Umar bin Khaththab di Syam, Nabi bersabda: “Sesungguhnya penyakit ini dijadikan sebagai siksaan bagi umat-umat sebelum kalian. Jika kalian mendengarnya melanda di suatu daerah, maka janganlah memasuki daerah itu. Dan jika penyakit itu melanda di suatu daerah, sedangkan kalian berada di sana, maka janganlah kalian keluar untuk menghindarinya.”

Ia menuturkan, kemudian Umar bin Khaththab pulang kembali Syam (tidak jadi memasuki wilayah Syam).





4) “(Yaitu) orang-orang yang berdo’a: ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa Neraka’. (QS. 3:16) (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menaf kahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. 3:17)

Surah Ali ‘Imraan ayat 16-17

HURAIAN :  (  istighfar sebelum subuh + Allah kabul doa waktu sebelum subuh )
Wal munfiqiina (“Yang menafkahkan hartanya.”) Yaitu mengeluarkan sebagian dari harta kekayaan mereka di jalan-jalan ketaatan yang diperintahkan kepada mereka, silaturahmi, membantu kaum kerabat, menutupi (mencukupi) kebutuhan, dan menolong orang yang sedang membutuhkan. Wal mustaghfiriina bil as-haar (“Dan yang memohon ampunan pada waktu sahur.”) Hal ini menunjukkan keutamaan istighfar pada waktu sahur. 

Dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dan kitab-kitab lainnya telah disebutkan hadits yang menetapkan hal tersebut, dari sejumlah Sahabat, bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Allah turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Adakah orang yang meminta, sehingga akan Aku beri? Adakah orang yang berdo’a sehingga Aku mengabulkannya? Dan adakah orang yang memohon ampunan sehingga Aku memberikan ampunan kepadanya?”‘

Dan di dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim juga disebutkan sebuah hadits dari ‘Aisyah: “Pada setiap malam Rasulullah senantiasa mengerjakan shalat witir, pada awal malam, pertengahan malam, dan akhir malam, dan witirnya berakhir pada waktu sebelum fajar menyingsing.

Ibnu Mardawaih meniwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata: “Kami diperintahkan jika kami shalat malam, agar kami beristighfar pada waktu akhir sahur sebanyak tujuh puluh kali.”





5) “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. 3:102). Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang Neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. 3:103) 

Surah Ali ‘Imraan ayat 102-103

HURAIAN : ("tali" agama Allah, zagqum akan binasa seluruh dunia )
Imam Ahmad meriwayatkan dari Mujahid, bahwa: “Ketika orang-orang sedang mengerjakan thawaf di Baitullah, Ibnu ‘Abbas sedang duduk dengan memegang tongkat, kemudian ia berkata, Rasululullah saw. bersabda: “Wahai sekalian orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu meninggal dunia melainkan kamu dalam keadaan Islam. Seandainya setetes zagqum jatuh ke dunia, maka ia akan merusak kehidupan penghuninya. Lalu bagaimana bagi orang yang tidak mempunyai makanan kecuali zaqqum?”

Dan firman-Nya, wa’tashimuu bihablillaaHi jamii’aw walaa tafarraquu (“Dan berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.”) Ada yang berpendapat, “Kepada tali Allah” berarti kepada janji Allah sebagaimana yang difirmankan-Nya pada ayat setelahnya: dluribat ‘alaiHimudz dzillatu ainamaa tsuqifuu illaa bihablim minallaaHi wa hablim minannaasi (“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.”) (QS. Ali-‘Imran: 112) Yakni dengan perjanjian dan perlindungan. Ada yang berpendapat, kepada tali Allah itu maksudnya adalah kepada al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari al-Harits al-A’war, dari ‘Ali sebagai hadits marfu’, tentang sifat al-Qur’an: “Al-Qur’an itu adalah tali Allah yang paling kuat dan jalan-Nya yang lurus.”





6) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130). Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir. (QS. 3:131). Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132). Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS.3:133). (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. 3:134). Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. 3:135). Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan Surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. 3:136)

HURAIAN :  (orang menahan amarah bebas memilih bidadari + keindahan syurga + Allah Maha Pengampun)

Hal seperti itu telah ditegaskan dalam hadits shahih: “Jika kalian memohon Surga kepada Allah, maka mintalah Surga Firdaus, karena ia adalah Surga yang paling tinggi dan paling tengah. Darinya mengalir sungai-sungai Surga, sedang atapnya adalah ‘Arsy ar-Rahmaan.”

Dalam Musnad Imam Ahmad telah diriwayatkan bahwa Heraclius pernah mengirimkan surat kepada Nabi, yang isinya: “Engkau telah mengajakku ke Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, lalu di mana letak Neraka?” Maka Nabi saw. pun menjawab: “Mahasuci Allah, lalu di mana malam jika siang telah tiba?” Maksudnya ialah, bahwa waktu siang itu jika telah me-nutupi permukaan bumi dari satu sisinya, maka malam berada di sisi yang lain. Demikian juga dengan Surga, yang berada di tempat yang paling tinggi, di atas langit dan di bawah ‘Arsy, dan luasnya seperti yang difirmankan-Nya,”Seluas langit dan bumi.” Sedangkan Neraka berada ditempat yang paling bawah. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara keluasan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi dengan keberadaan Neraka. Wallahu a’lam.


Ibnu Mas’ud juga meriwayatkan, Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian, siapakah ar-raquub (orang yang mandul) itu?” Mereka men-jawab: “Yaitu orang yang tidak mempunyai anak.” Beliau pun bersabda: “Bukan, tetapi ar-raquub adalah orang yang tidak mendapatkan manfaat (hasil apa pun) dari anaknya.”

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Abu Hishbah atau Ibnu AbiHushain, dari seseorang yang menyaksikan Nabi ketika beliau sedang ber-khutbah, beliau bersabda: “Tahukah kalian siapakah sha’luk (orang yang miskin) itu?” Para Sahabat men-jawab: “Yaitu orang yang tidak mempunyai harta kekayaan.” Maka beliau pun bersabda: “Orang yang miskin adalah orang yang mempunyai harta lalu meninggal dunia, sedangkan ia tidak pernah memberikan sesuatu pun dari harta-nya tersebut.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Said bin Mu’adz bin Arias, dari ayahnya, bahwa Rasulullah pernah bersabda: Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu untuk menumpahkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan para pemimpin makhluk, lalu Allah memberinya kebebasan untuk memilih bidadari mana yang ia sukai.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah. bahwa Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya ada seseorang berbuat dosa lalu ia berkata: `Ya Rabb-ku, aku telah melakukan perbuatan dosa, maka ampunilah dosaku itu.’ Maka Allah swt. berfirman: `Hamba-Ku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang dapat mengampuni dosa dan memberikan hukuman karenanya. Sungguh Aku telah berikan ampunan kepada hamba-Ku itu.’ Kemudian orang itu berbuat dosa lagi, maka ia berkata: `Ya Rabb-ku, aku telah melakukan suatu dosa, maka ampunilah dosaku itu.’ Maka Allah swt. berfirman: `Hamba-Ku mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang dapat mengampuni dosa dan memberikan hukuman karenanya. Sungguh Aku telah berikan ampunan kepada hamba-Ku itu.’ Setelah itu ia berbuat dosa lagi, lalu ia berkata: `Ya Rabb-ku, aku telah melakukan suatu dosa, maka ampunilah dosaku itu.’

Maka Allah swt. berfirman: `Hamba-Ku mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang dapat mengampuni dosa dan memberi hukuman karenanya. Sungguh Aku telah berikan ampunan kepada hamba-Ku itu’. Kemudian orang itu ber-buat dosa lagi, maka ia berkata: `Ya Rabbku, aku telah melakukan suatu dosa, maka ampunilah dosaku itu.’ Maka Allah berfirman: `Hambaku mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang dapat mengampuni dosa dan memberikan hukuman karenanya. Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni hamba-Ku, maka ia pun boleh berbuat sesukanya (menurut ketentuan syariat).’” (Diriwayatkan pula oleh al-Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih mereka).

  



7) 
















Wednesday, 3 March 2021

40 HADIS - AKHLAK MULIA + kitab adab ikim

  KITAB ADAB IKIM.FM

- ajar anak utk masuk rumah dengan KAKI KANAN

- tampal di pintu rumah - masuk rumah dengan kaki kanan

- nak masuk rumah , baca ayat kursi + surah al ikhlas  --->  insyaAllah dapat pemeliharaan dan penjagaan dari Allah 

- bila masuk rumah, tutup pintu perlahan-lahan

- baca ayat kursi + doa bila mula kenderaan

- pakai pakaian paling baik (jubah) + wangian ketika baca Quran dan hadis nabi

- ubat hati ada 5 , 1-baca quran dengan tenang dan fahami maknanya, 2-


KL

MUQADDIMAH KITAB 40 HADIS 

- Akhlak mulia ialah buah dari iman dalam hati, sempurna imannya akan sempurna akhlaknya dan sebaliknya runtuh akhlak cerminan runtuhan iman seseorang itu.



HADIS 1 - KASIH SAYANG SESAMA MUSLIM

dari Nu'man bin Basyir, Rasulullah s.a.w bersabda, "Perumpamaan orang yang beriman itu dalam hal mereka saling mencintai , kasih mengasihi  dan bertimbang rasa sesama mereka, adalah seperti sebuah tubuh badan. Apabila mana-mana anggota badan itu  ditimpa penyakit , maka  seluruh anggota badan  akan turut serta berjaga malam  dan merasakan demam" 

H.R Bukhari dan Muslim

HURAIAN : apabila didapati ada dikalangan umat islam ditimpa musibah atau dugaan, maka hendaklah orang islam yang lain turut merasakan musibah dan memberikan bantuan dan menghulurkan pertolongan.


HADIS 2 - BERSIKAP LEMAH LEMBUT

dari Aisyah, Rasulullah s.a.w bersabda, "Sesungguhnya Allah itu lemah lembut dan suka kepada lemah lembut. Dan Ia memberi hasil kerana lemah lembut itu apa yang tidak Ia berikan atas tindakan yang kasar  atau tindakan lainnya"

H.R Muslim

HURAIAN :  kelembutan dalam tindakan dan perbuatan ialah suatu perkara  yang sangat baik , kesan nya amat mendalam.  seperti mana perkataan yang dituturkan dengan lemah lembut akan lebih berkesan di dalam lubuk hati.  sebaliknya tindakan yang kasar dan perkataan yang tidak sopan adalah sangat menyinggung perasaan dan akan menutup pintu hati seseorang mengakibatkannya tidak akan menerima  kebenaran yang diperkatakan. 

Lemah lembut bererti penampilan dengan penuh sopan santun  dan adab-adab yang mulia , walaupun perkara yang disampaikan itu  sebenarnya berat .



HADIS 3 - PEMAAF

dari Anas r.a , "Adalah aku suatu hari berjalan bersama Rasulullah s.a.w , dan beliau ketika itu memakai selendang buatan Najran yang kasar tepinya.  Tiba-tiba datang seorang Badwi lalu ia menarik selendang baginda dengan sekuatnya.  Dan aku melihat di batang leher Rasulullah s.a.w akan kesan tepi selendang  tersebut kerana Badwi itu telah menariknya dengan kuat. Kemudian Badwi itu berkata, "Hai Muhammad , suruhlah (pegawaimu) memberikan kepadaku akan harta Allah yang ada di sisimu. Lalu Rasulullah s.a.w menoleh ke arahnya sambil Baginda tersenyum dan menyuruh (pegawainya)  memenuhi kehendak Badwi itu."

H.R Bukhari & Muslim

HURAIAN : 

apa yg disampaikan dalam hadis ini ialah sifat Pemaaf Rasulullah.  Baginda selalu memaafkan orang yang menyakitinya  walaupun Baginda mampu membalas tindakan orang tersebut. apatah lagi jika yang melakukannya itu di kalangan golongan yang jahil  yang tidak memahami  kedudukan baginda sebagai Rasul  yang membawa rahmat pada sekalian alam. 

Tindakan orang jahil tidak boleh dibalas melainkan dengan cara yang lemah lembut  dan kemaafan . kerana jika kita cuba membalas dan melawan mereka kita juga akan jahil seperti mereka. 




HADIS 4 - TENANG DAN TIDAK GELOJOH

dari ibnu Abbas r.a berkata : Rasulullah s.a.w bersabda kepada Asyajj Abdil Qais : " Sesungguhnya pada dirimu ada 2 perkara yang dicintai Allah , iaitu lemah lembut dan tenang (tidak gelojoh) "

H.R Muslim

HURAIAN :

ketika rombongan bani Abdil Qais datang ke madinah menemui Rasulullah, sebaik tiba di masjid nabawi, mereka terburu-buru untuk menemui baginda sebelum sempat mandi dan menukar pakaian , tindakan ini dibuat oleh kesemua mereka melainkan Asyajj Abdil Qais ,  yg mana dia mandi dan menukar pakaian yg bersih dan memakai wangi-wangian. Rasulullah mengungkapkan hadis ini ketika Asyajj menemui baginda. Baginda memuji Asyajj  yg penuh ketenangan dan sopan santun itu. 

Sifat tenang dan tidak gelojoh ini dapat diamalkan seperti ketika memandu kereta contohnya supaya urusan berjalan lancar. 



HADIS 5 - BAKTI TERHADAP IBU BAPA

dari Abu Hurairah , Rasulullah s.a.w bersabda , "kotor hidung seseorang dengan berlumuran tanah(maksudnya menjadi hina), kemudian menjadi hina, kemudian menjadi hina pula, bagi seseorang yang sempat  menemui seorang daripada kedua ibu bapanya atau kedua-duanya ketika mereka sudah tua lalu ia tidak dapat berbuat bakti kepada mereka yang akan melayakkan nya menjadi penghuni syurga".

H.R Muslim

HURAIAN : ibu bapa telah banyak bersusah payah dalam membesarkan anak, maka adalah sangat wajar untuk kita mengenang jasa ibu bapa apatah lagi di saat mereka sudah sangat tua dan mengharapkan bantuan orang lain. anak soleh ialah anak yang selalu berbakti pada ibu bapa ketika masih hidup  dan selalu berdoa untuk mereka apabila mereka mati. ibu bapa ialah anak kunci syurga kita. 




HADIS 6 - SABAR BILA SUSAH , SYUKUR BILA SENANG

dari Abi Yahya , Rasulullah s.a.w bersabda, "Sungguh baik nasib orang yang beriman, kerana dalam semua keadaan mereka mendapat kebaikan . Dan tidak ada habuan baik seperti ini kecuali bagi mereka yang beriman , Apabila mendapat kesenangan maka ia akan bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Dan apabila ditimpa musibah , maka ia bersabar , maka sabar itu baik baginya"

H.R Muslim

HURAIAN :Orang mukmin ialah orang yg bertuah dalam hidupnya,walaupun ia berdepan pelbagai ujian,hidupnya selalu tenang dan tidak bermasalah. Ia memiliki ketenangan jiwa yang diburu oleh orang-orang yang mencari kepuasan hidup dalam dunia ini. 

namun mereka pasti tidak menjumpainya tanpa iman. Kepuasan hidup dan ketenangan jiwa hanya dinikmati oleh orang yang benar-benar beriman. Di mana hatinya tenang dalam menghadapi pelbagai keadaan. Apabila ia berada di dalam kesenangan dan kenikmatan, ia akan bersyukur pada Allah dan menggunakan nikmat itu untuk mencari keredhaan Allah, baik untuk kegunaan dirinya sendiri atau untuk kebaikan orang lain , sebagai sedekah atau pertolongan. dan apabila berada dalam kemiskinan atau kesusahan, ia akan sabar menerima takdir Allah itu dengan hati yang lapang dan dada yang luas. Ia memahami dunia ini ialah tempat ujian dan kesusahan, dan akhirat itu tempat kebahagiaan yg sebenar. 




HADIS 7 - MENGAWAL DIRI KETIKA MARAH

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "Bukanlah orang yang gagah perkasa itu seseorang yang mampu merebahkan orang lain, tetapi sebenarnya orang yang gagah perkasa itu ialah orang yang mampu mengawal dirinya ketika marah"

H.R Bukhari & Muslim





HADIS 8 - MEMBELA NASIB GOLONGAN YANG LEMAH

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "Orang yang menguruskan nasib para janda dan orang yang miskin akan mendapat pahala seperti mujahid fi sabilillah". dan berkata perawi hadis, "saya kira baginda juga ada bersabda (dalam satu perumpamaan lain),"Seperti orang yang sembahyang terus menerus di waktu malam dan berpuasa setiap hari"

H.R Bukhari & Muslim

HURAIAN : hadis ini menyatakan kepada kita kelebihan orang-orang menguruskan nasib orang yang lemah seperti para janda, orang miskin dan anak yatim akan diberi ganjaran sama seperti orang yang memenuhkan malamnya dengan ibadat dan siangnya dengan berpuasa. 




HADIS 9 - BERTIMBANG RASA  TERHADAP PEKERJA DAN PEMBANTU 

dari Ma'rur bin suwaid r.a , aku melihat Abu Zar r.a memakai satu pakaian dan hambanya pun memakai pakaian yang sama nilainya, lalu aku bertanya kepadanya tentang yang demikian, lalu aku bertanya kepadanya tentang yang demikian. Lalu Abu Zar menyebut bahawa ia pernah mencela seorang lelaki di zaman Rasulullah s.a.w dengan menyebut keaiban ibunya, makan Rasulullah s.a.w berkata kepada ku, " Sesungguhnya engkau masih lagi mempunyai sifat-sifat jahiliyah. Hai Abu Zar, mereka itu ( maksudnya hamba-hambamu atau pembantu-pembantu kamu itu ) sebenarnya adalah saudara-saudara mu dan penolong mu, Allah taala telah menjadikan mereka itu terpaksa tunduk di bawah perintahmu. Oleh itu, sesiapa yang ada saudaranya di bawah kekuasaaannya, maka hendaklah ia memberi makan kepadanya dari apa yang dia makan, dan memberi pakaian kepadanya daripada apa yang ia pakai. Dan jangan lah kamu membebankan kepada mereka tugas-tugas yang sangat berat. Bahkan apabila kamu menyuruh mereka melaksanakan sesuatu pekerjaan , maka hendaklah kamu menolong mereka."

H.R Bukhari & Muslim


HURAIAN : Allah sebenarnya tidak menjadikan orang yang kaya untuk menindas orang miskin, bahkan sebaliknya , hendaklah orang kaya menolong yang miskin dengan harta  bendanya,.




HADIS 10 - BERTIMBANG RASA TERHADAP PENGIKUT 

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "Apabila seseorang kamu menjadi imam sembahyang berjemaah maka hendaklah ia meringkaskan sembahyangnya, kerana ada di kalangan para makmum itu orang yang lemah, orang sakit, orang tua dan orang yang mempunyai hajat. dan apabila seseorang kamu sembahyang sendirian maka terserahlah kepadanya untuk memanjangkan sembahyangnya."

H.R Bukhari & Muslim

HURAIAN : 

kemampuan kita untuk bertolak ansur dengan kekurangan orang lain ialah suatu perkara yang mesti diambil berat terutama oleh ketua sesebuah kumpulan.




HADIS 11 - MEMELIHARA ANAK YATIM

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "Orang yang memelihara anak yatim , sama ada anak yatimnya sendiri atau anak yatim orang lain, aku dan dia seperti 2 jari ini di dalam syurga. " Perawi hadis iaitu Malik bin Anas mengisyaratkan  dengan jari telunjuknya dan jari tengah.

H.R  Muslim

HURAIAN : hadis menyatakan kelebihan memelihara anak yatim , sama ada dari kalangan keluarganya sendiri atau bukan dari keluarganya sendiri, orang berbuat demikian akan mendapat tempat yang mulia di dalam syurga dan bersama-sama Rasulullah .setiap anak kecil perlukan pemeliharaan dan perlindungan dari ibu bapanya.  ia berhajat kepada ayahnya yang memberikan sara hidup kepadanya dan juga berhajat pada ibunya yang mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. oleh itu islam sangat menggalakkan kita untuk memelihara anak yatim, sebagai ganti kepada si ayah .



HADIS 12 - BERAKHLAK BAIK TERHADAP ISTERI/PASANGAN

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "Orang beriman yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang-orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang paling baik akhlaknya terhadap isterinya".  

H.R. Tirmidzi

HURAIAN : 

berbuat baik dan bercakap baik terhadap isteri secara berkekalan ialah suatu perkara yang sukar dilaksanakan oleh suami , namun bagi jiwa yang baik dan mempunyai jiwa yang tulus ikhlas serta kecintaannya yang benar , ia akan tetap baik dan mampu bertindak dengan wajar dan penuh pertimbangan sepanjang masa. maka sesiapa yang mampu berbuat demikian, sesungguhnya dia adalah orang yang baik.



HADIS 13 - KASIH SAYANG TERHADAP BINATANG

dari abu ya'la, Rasulullah s.a.w bersabda , "Sesungguhnya Allah telah menyuruh kamu untuk berbuat baik dalam segala urusan. Maka apabila kamu membunuh musuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, dan apabila kamu menyembelih binatang, maka sembelihlah dengan cara yang terbaik. Hendaklah seseorang di antara kamu menajamkan mata pisaunya , maka dengan itu ia telah merehatkan binatang sembelihannya ."

H.R  Muslim

HURAIAN : 

hadis menerangkan akhlak dalam islam.Allah memerintahkan kita berbuat baik dalam segala urusan .



HADIS 14 - SEIMBANG DALAM TINDAKAN

dari abu Muhammad, Rasulullah s.a.w berkata pada Abdullah bin 'Amar , "Bukankah aku telah diberitahu bahawa engkau berpuasa setiap hari dan sembahyang sepanjang malam ? Aku menjawab, "ya benar , ya Rasulullah "lalu rasulullah bersabda , "Janganlah engkau berbuat demikian. hendaklah engkau berpuasa dan hendaklah engkau berbuka (maksudnya jangan berpuasa terus menerus ) dan hendaklah engkau tidur dan hendaklah engkau bangkit sembahyang , kerana sesungguhnya bagi badanmu ada hak yang mesti engkau tunaikan. dan sesungguhnya bagi kedua mata mu ada hak yang mesti engkau tunaikan ,dan sesungguhnya bagi isteri mu ada hak yang mesti engkau tunaikan ,dan sesungguhnya bagi tetamu yang datang ada hak yang mesti engkau tunaikan ,dan sesungguhnya bagi anakmu ada hak yang mesti engkau tunaikan ,

H.R Bukhari & Muslim

HURAIAN : 

hadis menerangkan pelbagai kewajipan dan tanggungjawab yang wajib ditunaikan kepada Allah, sesama manusia seperti bergaul dengan isteri dan anak-anak, melayani tetamu dan pada diri sendiri seperti merehatkan anggota badan seperti mata, otak, tangan dll



HADIS 15 - MENUNAIKAN HAK SESAMA MUSLIM

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , " Hak orang islam atas orang islam yang lain ada  5 perkara, menjawab salam ,mengunjungi orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri jemputan dan menjawab orang yang bersin".

H.R Bukhari & Muslim

HURAIAN : 

hadis ini menerangkan hak sesama muslim , dari sudut fekah wajib untuk menjawab salam dan menghadiri jemputan perkahwinan, yang lain nya sunnat. 




HADIS 16 - MENGHORMATI TETAMU

dari abu Syuraih, Rasulullah s.a.w bersabda , " Dan sesiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat , maka hendaklah ia memuliakan tetamunya."

H.R Muslim

HURAIAN : 

islam menganjur umatnya untuk memuliakan tetamunya kerana Allah dan bukan kerana tujuan kebendaan dan tujuan lain. Orang yang ikhlas memuliakan tetamunya kerana Allah bererti ia tidak mengharapkan sebarang balasan dari tetamunya, kerana ia yakin dengan balasan kebaikan dari Allah .





HADIS 17 - MENGHORMATI JIRAN 

dari abu Syuraih, Rasulullah s.a.w bersabda , " Sesiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat , maka hendaklah ia berbuat baik pada jirannya."

H.R Muslim

HURAIAN : 

jiran yang baik ialah jiran yang menjaga adab adab berjiran, tolong menolong, nasihat menasihati, ziarah menziarahi  , menjaga kepentingan bersama dll. 

islam menyuruh kita berbuat baik pada jiran walaupun bukan seagama dengan kita, bahkan anjuran bebuat baik pada jiran ialah bukti keimanan seseorang pada Allah dan hari akhirat.





HADIS 18 - BERBUAT BAIK TERHADAP KAWAN

dari Abdullah bin Umar, Rasulullah s.a.w bersabda , " Sebaik-baik sahabat itu ialah orang yang paling baik akhlaknya terhadap sahabatnya ."

H.R Tirmizi

HURAIAN : 

islam menyuruh berbuat baik terhadap orang lain dan menganjurkan individu agar menjadi sahabat , supaya lebih  dicintai disisi Allah. ini ialah galakan yang tinggi nilainya supaya insan sentiasa berbuat baik pada orang lain dam dorongan agar mengharapkan pahala dari Allah.




HADIS 19 - MENYEBARKAN SALAM 

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , " demi Tuhan yang diriku dibawah kekuasaanNya. Kamu tidak akan masuk ke syurga sehingga kamu beriman , dan kamu tidak akan beriman sehingga kamu saling bercinta menyintai . Hendakkah kamu aku tunjukkan satu perkara , jikalau kamu dapat melaksanakannya sudah pasti kamu akan menjadi orang yang saling menyintai sesama kamu? Sebarkan salam di antara kamu."

H.R Muslim

HURAIAN : 

memberi salam sesama muslim ialah antara syiar islam yang terbesar.salam bererti kita mendoakan orang lain sejahtera daripada sebarang gangguan, bahkan salam juga bererti kita mempertahankan sahabat kita apabila ia diganggu orang lain.  salam mengeratkan hubungan antara kita dengan orang yang dikenali dan menjalin hubungan pertama dengan orang yang belum dikenali. maka islam menggalakkan kita memberi salam kepada orang yang kita kenali dan yang kita tidak kenali. 

salam juga menjadi lambang mahabbah yang mendalam dan menjadi bukti ketulusan hati kita terhadap sahabat.




HADIS 20 - TERSENYUM BILA BERJUMPA ORANG 

dari abu Zar, Rasulullah s.a.w bersabda , " Wahai Abu Zar, jangan engkau menganggap hina suatu kebaikan, walaupun kebaikan itu berupa senyuman yang manis apabila bertemu saudaramu."

H.R Muslim

dalam riwayat lain, rasulullah bersabda, "Senyumanmu terhadap saudaramu itu adalah suatu sedekah".

H.R Tirmizi

HURAIAN : 

Tersenyum bila berjumpa sahabat ialah lambang kesucian hati terhadap sahabat. Biasanya senyuman ini diiringi dengan salam yang diberikan . 





HADIS 21 - BERJABAT TANGAN 

dari al bara' bin azib , Rasulullah s.a.w bersabda , " Tidak ada dari 2 muslim yang berjumpa lalu keduanya berjabat tangan, melainkan diampuni bagi mereka berdua sebelum mereka berpisah ".

H.R Abu Daud

dan daripada Abdullah bin Omar, ada disebutkan kisah yang panjang...beliau berkata,"Lalu kami mendekati Rasulullah dan kami mencium tangannya".

H.R Abu Daud

HURAIAN : 

Berjabat tangan adalah salah satu antara lambang kasih sayang sesama muslim. Apabila kita menghulurkan tangan kepada seseorang, itu menunjukkan hati kita bersih terhadapnya. Begitu juga, kalau dia sudi menghulurkan tangannya kepada kita, itu juga menunjukkan kebersihan hatinya terhadap kita.  Maka apa bila berlaku jabat tangan antara 2 muslim, bererti mereka telah mengikhlaskan persahabatan masing-masing.  Mereka tidak menaruh sebarang dendam dan permusuhan, maka jika itu keadaan mereka, Allah akan merestui perbuatan mereka dengan mengampuni dosa-dosa mereka.

Selain berjabat tangan , juga disunatkan mencium tangan orang yang lebih mulia dari kita, seperti kedua orang tua dan guru kita, kerana itu yang dilakukan oleh para sahabat  terhadap Rasulullah.




HADIS 22 - MENGHARGAI KEBAJIKAN ORANG LAIN

dari Usamah bin Zaid , Rasulullah s.a.w bersabda , " Barang siapa yang menerima kebajikan dari orang lain lalu ia berkata pada orang yang berbuat kebajikan itu, "Jazakallahu khairan" (ertinya : semoga Allah taala membalas kebajikanmu dengan pahala yang banyak), maka orang itu sebenarnya telah memujinya dengan pujian yang tinggi ". 

H.R Tirmizi

HURAIAN : 

semua orang yang hidup di dunia ini memerlukan bantuan orang lain sama ada sedikit atau banyak. Oleh itu, kita hendaklah menghargai sumbangan dan bantuan yang dihulurkan oleh orang lain. dengan ucapan terima kasih atau ucapan doa seperti di atas.





HADIS 23 - MENGHORMATI YANG TUA DAN KASIHI YANG MUDA

dari Amar bin Syuaib dari datuknya , Rasulullah s.a.w bersabda , " Bukan dari kalangan umatku yang sempurna orang yang tidak mengasihi yang kecil dari kalangan kami, dan tidak mengenal kemuliaan orang yang tua di kalangan kami ".

H.R Abu Daud dan  Tirmizi

HURAIAN : 

dalam hadis ini kita disuruh untuk mengasihi yang lebih muda dari kita , apatah lagi yang masih kecil yang belum berdaya dan membimbing yang muda dengan penuh kasih sayang dan ikhlas. manakala yang lebih tua  kita disuruh menghormati mereka .




HADIS 24 - DISUKAI DAN MENYUKAI ORANG LAIN

dari Sahal bin Saad, Rasulullah s.a.w bersabda , " Orang yang beriman itu jinak dengan orang lain, maka tidak ada kebajikan orang yang tidak menjinaki orang lain dan tidak mahu dijinaki oleh orang lain."

H.R Ahmad

HURAIAN :

manusia yang baik ialah manusia yang suka berjinak-jinak dengan orang lain, suka bergaul dan bertukar-tukar fikiran dengan orang lain, suka memberi nasihat dan suka dinasihati oleh orang lain, memberi  bantuan kepada orang alain, dan menerima bantuan dari orang lain.




HADIS 25 - MENGHUBUNG SILATURRAHIM 

dari Anas, Rasulullah s.a.w bersabda , "Barang siap mahu diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menghubungkan silaturrahim"

H.R Bukhari & Muslim

HURAIAN : 

seseorang itu akan kuat apabila bergabung dengan ahli keluarganya, dan akan menjadi lemah walaupun ia sendirian sangat kuat berseorangan. 

bila kita sentiasa berjumpa dengan mereka, menjalinkan hubungan silaturrahim dengan mereka , maka kita akan menjadi kuat, dan mudah segala urusan dan saling membantu.  ini selain dari mendapat berkat dalam kehidupan , rezeki murah dan umur yang dipanjangkan oleh Allah seperti dalam hadis tadi.



HADIS 26 - MENABUR JASA PADA MASYARAKAT 

dari Aisyah berkata,  Rasulullah s.a.w bersabda  kepada isterinya Khadijah , "Sesungguhnya kau takut terjadi ke atas diriku sesuatu yang tidak baik: ( iaitu setelah nabi ditemui oleh Jibril pada kali pertama di Gua Hira' dan pada ketika itu  Nabi masih belum tahu siapa itu Jibril ). Maka  Khadijah r.a menjawab ,"Tidak, sama sekali tidak akan berlaku sesuatu yang tidak baik ke atas dirimu, bahkan sebaliknya hendaklah engkau bergembira dengan kejadian itu. Demi Allah ! Allah tidak akan menghinakan engkau selama-lamanya.  Demi Allah! Sesungguhnya engkau sentiasa menghubungkan silaturrahim, benar dalam perkataan,  menanggung penderitaan kaum yang lemah, mencarikan pekerjaan bagi orang yang menganggur, menjamu tetamu dan membantu orang yang ditimpa musibah .."

H.R Bukhari & Muslim

HURAIAN :

seorangh muslim, bukan sahaja seorang yang baik perangai pada dirinya, bahkan sentiasa berusaha berbuat kebaikan  kepada orang lain.  Di dalam hadisn ini menyenaraikan beberapa perkara yang perlu dilakukan untuk menyempurnakan imannya. antaranya menghubungkan tali kekeluargaan, benar kata-kata, membela nasib golongan yang lemah,  meraikan tetamu, menolong orang yang ditimpa musibah dll. 




HADIS 27 - MENUTUP KEAIBAN ORANG LAIN

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , " Dan sesiapa yangmenutup keaiban seseorang muslim, maka Allah akan menutup keaibannya di dunia dan di akhirat. dan Allah sentiasa menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.

H.R  Muslim

HURAIAN :

Setiap orang pasti melakukan kesalahdan dan dosa, maka kita sentisaa dianjurkan untuk sentiasa bertaubat kepada Allah dan memohon maaf kepada manusia.

Orang yang bijaksana ialah orang yang memandang pada dirinya, lalu  bertaubat dari dosa-dosanya dan membetulkan kesilapannya. dan menutup aib orang lain. dia menjaga harga diri sendiri dan harga diri orang lain.

namun dalam keadaan tertentu seperti saksi perbicaraan, keperluan ketika mesyuarat, atau membendung manusia supaya tidakterikut-ikut dengan kejahatan seseorang, atau dalam kes orang yg sengaja mendedah keaiban di hadapan orang ramai secara terbuka, maka pada situasi ini ada keperluan untuk menyebut kesalahan orang lain. namun ianya bukan untuk disiarkan secara umum pada media massa dan elektronik




HADIS 28 - MELEBIHKAN ORANG LAIN

dari Sahal bin Saad, , sesungguhnya seorang perempuan datang menemui rasulullah dengan membawa sehelai selendang yg baru selesai ditenun,  lalu ia berkata, wahai Rasulullah, selendang ini sengaja saya tenun dengan kedua tangan saya ini untuk saya hadiahkan kepada Rasulullah supaya rasulullah memakainya. Maka Rasulullah mengambil selendang itu dalam keadaan berhajat kepadanya.Setelah itu , nabi keluar menemui kami dan memakainya sebagai sehelai kain. Lalu ada seorang di kalangan kami berkata , "wahai rasulullah, alangkah indahnya kain ini . berikan ia kepadakau. Nabi menyahut , "Ya." lalu nabi duduk sebentar bersama kami dalam majlis itu kemudia  baginda masuk ke dalam rumahnya  dan terus melipat kain itu  dan memberikan kepada sahabat yang meminta tadi. Setelah kejadian itu maka berkata beberapa orang antara kami kepada yang meminta kain tadi, "Sebenarnya tindakan engkau meminta kain itu tidak baik"Bukankah Rasulullah telah memakainya dengan keadaan berhajat kepadanya, lalu engkau memintanya dalam keadaan engkau sendiri tahu Rasulullah tidak pernah meolak permintaan orang. Maka berkata orang tadi, "Demi Allah aku tidak memintanya  kerana aku mahu memakainya, tetapi aku mahu menjadikannya sebagai kain kafan bila aku mati nanti. Maka berkata Sahal (perawi hadis ini ), "maka akhirnya kain itu memang menjadi kain kafannya."

H.R Bukhari 

HURAIAN :

ini antara contoh ketinggian akhlak baginda, baginda tidak pernah menolak permintaaan orang lain . ini lah akhlak pemimpin yang bertanggungjawab terhadap umatnya.




HADIS 29 - MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN ORANG RAMAI 

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "Sesungguhnya aku telah melihat seorang lelaki yang bersenang-senang di dalam syurga, kerana dibalas oleh Allah taala dari perbuatan memotong sebatang pohon kayu yang melintang di jalan yang mengangggu jalan orang islam"

H.R  Muslim

HURAIAN :

hadis menunjukkan betapa besar ganjaran pahala yang Allah kurniakan untuk orang yang membuat kerja-kerja sosial setelah melaksanakan kewajipan kepada Allah.  Dengan memotong sepohon kayu yang melintang di jalan  diberi ganjaran sebesar itu. 





HADIS 30 -MENZIARAHI ORANG SAKIT 

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "Barang siapa mengunjungi orang sakit atau menziarahi saudaranya yang seagama,  maka memanggil akan dia oleh malaikat, "Baik engkau dan baik perjalanan engkau dan sesungguhnya engkau telah menempati di dalam syurga suatu tempat yang baik"

H.R  Tirmidzi

HURAIAN :

Orang yang sakit yang diziarahi maka dia akan merasakan dirinya dihormati dan diberi simpati, maka akan mengurangkan beban perasaaannya dan mengurangkan rasa sakit. maka ziarah orang sakit amat digalakkan dalam islam dan ianya salah satu hak antara muslim yang mesti ditunaikan untuk meringankan perasaan dan menghibur kesedihannya.




HADIS 31 -MENUNAIKAN HAJAT ORANG LAIN

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "Barang siapa melapangkan orang mukmin dari suatu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan dunia nescaya Allah melapangkan baginya akan kesusahan daripada kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa memudahkan atas orang lain yang sedang dalam kesusahan, maka Allah taala akan memudahkan  ke atasnya daripada kesusahan di dunia dan di akhirat.

H.R  Muslim

HURAIAN :

hidup di dunia penuh dengan ujian silih berganti, maka ada kala kita mengharapkan bantuan orang lain untuk hadapi masalah itu. Barang siapa melapangkan orang mukmin dari suatu kesusahan, maka Allah akan membalasnya dengan balasan yang lebih baik daripadanya iaitu melapangkan kesusahan di akhirat nanti. 





HADIS 32 - BERANI DAN DISIPLIN

dari anas berkata,"Adalah Rasulullah s.a.w sebaik baik manusia,dan orang yang paling pemurah  dan orang yang paling berani.  berkata Anas, "Pada suatu malam pernah terjadi suatu kejadian yang mencemaskan penduduk madinah . Mereka mendengar suatu suara yang mencemaskan , lalu orang ramai berpusus-pusu pergi ke arah suara itu. Tiba-tiba  mereka menemui Rasulullah s.a.w  dalam perjalanan balik dari tempat kejadian itu. Baginda mengenderai kuda kepunyaaan Abu Thalhah yang tidak berpelana dalam keadaan menggantungkan pedangnya pada lehernya, sambil bersabda, "Tidak mengapa, Tidak ada sesuatu yag kamu takutkan"

H.R  Bukhari

HURAIAN :

hadis menjelaskan Rasulullah memiliki keberanian dan disiplin yang tinggi apabila baginda orang pertama yang  ke tempat kejadian apabila berlakau perkara yang menakutkan penduduk madinah. 





HADIS 33- RAJIN BERUSAHA 

dari Miqdad, Rasulullah s.a.w bersabda , "Tidak memakan seorang daripada kamu akan suatu makanan  yang lebih baik dari makanan yang diusahakannya sendiri. Dan sesungguhnya nabi Daud a.s makan dari usahanya sendiri."

H.R  Bukhari

HURAIAN :






HADIS 34- RAJIN BERTANAM

dari Jabir r.a, Rasulullah s.a.w bersabda , "Tidak ada dari seorang muslim yang menanam  satu tanaman, kecuali apa sahaja yang dimakan darinya itu melainkan menjadi sedekah. Dan apa yang dicuri orang  daripadanya juga adalah sedekah. Dan tidak diambil darinya oleh seseorang kecuali semuanya itu menjadi sedekah"

dalam riwayat lain,rasulullah s.a.w bersabda, "Tidak menanam oleh seseorang muslim akan suatu tanaman, lalu tanaman itu dimakan oleh manusia dan binatang atau burung, kecuali semuanya itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat" 

H.R  Muslim

HURAIAN :

menanam suatu pohon pasti mendapat pahala pada penanamnya walaupun ianya dimakan oleh binatang atau dicuri orang , malah pahalanya akan berpanjangan sekiranya hasilnya dinikmati oleh generasi generasi akan datang.





HADIS 35 - BERLAKU ADIL BILA MENJADI PEMIMPIN

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "3 orang yang doa mereka tidak akan ditolak.  pertama orang berpuasa ketika berbuka. Kedua pemimpin yang adil. ketiga, doa orang yang kena zalim, maka Allah taala akan mengangkat doanya  kea atas awan dan membukakan baginya akan pintu langit dan DIa berfirman, "demi kebesaranKu. Pasti ia akan Aku tolong walaupun setelah beberapa masa nanti."

H.R  Tirmidzi

HURAIAN :

3 golongan yang disebutkan di atas mendapat keistimewaan dengan doa mereka dikabulkan oleh Allah.




.

HADIS 36 - JUJUR DALAM BERNIAGA

dari abu said al khudri , Rasulullah s.a.w bersabda , "Peniaga yang jujur dan amanah itu  akan dihimpunkan bersama nabi nabi dan para siddiqin  dan para syuhada; ( pada hari kiamat nanti)"

H.R  Tirmidzi dan Ibnu Majah

HURAIAN :

anak kunci kepada kemuncak  perkhidmatan perniagaan yang diberikan ialah jujur dan amanah. jujur amanah dalam perkataan dan kualiti barang yang dijual, dalam sukatan dan timbangan dalam hutang piutang, dalam kira kira dan menunaikan hak hak pekerja, dan membayar zakat . maka ganjaran besar di atas menanti peniaga yang jujur dan amanah.






HADIS 37 - BERLEBIH KURANG DALAM JUAL BELI

dari Jabir , Rasulullah s.a.w bersabda , "Semoga Allah taala memberi rahmat pada seseorang yang berlebih kurang bila menjual , berlebih kurang bila membeli , berlebih kurang bila menagih hutang".

H.R  Bukhari

HURAIAN :

bertolak ansur dalam berjual beli dan hutang sangat diredhai Allah dan akan membawa berkat dalam perniagaan.






HADIS 38 - MEMBAYAR HUTANG DENGAN BAIK

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w didatangi seorang lelaki kerana mahu menagih hutang dari baginda dan ia melafaz perkataan kesat pada baginda. , melihat ini hampir sahaja sahabat baginda melakukan sesuatu yang jahat terhadap orang tadi. baginda bersabda,"Biarkanlah dia berbuat demikian,  kerana orang yang memiliki hak itu ada kebenaran untuk dia bercakap sesuatu."  baginda bersabda lagi," Bayarkan kepadanya seekor binatang yang sama umurnya dengan yang aku hutang dahulu ." sahabat menjawab,"Wahai Rasulullah ! kami tidak mendapati kecuali yang lebih tua dari umur yang engkau berhutang dahulu.Lantas nabi menjawab," bayarkanlah kepadanya , kerana orang yang paling baik antara kamu ialah orang yang paling baik cara ia membayar hutang."

H.R  Bukhari dan Muslim

HURAIAN :

berhutang memang tidak digalakkan dalam agama kerana berhutang membuatkan kita hina di siang hari dan berdukacita di malam hari . Orang beriman yang berhutang akan membayar hutang tepat seperti tempoh dijanjikan  bahkan memudahkan pemberi hutang seperti dihantar ke rumahnya  atau diberi bayaran yang lebih lagi. 






HADIS 39 - MENDAMAIKAN PIHAK YANG BERSENGKETA

dari Abu Darda' , Rasulullah s.a.w bersabda , "Hendakkah kamu aku tunjukkan sesuatu yang lebih tinggi daripada darjat puasa, sembahyang dan sedekah (yang sunnat) ? sahut sahabt "ya kami mahu". rasulullah s.a.w bersabda,"iaitu mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa , kerana kejahatan persengketaan itu membawa kepada kemusnahan agama."

H.R  Tirmidzi dan Abu Daud

HURAIAN :

Orang yang memiliki kesedaran yang tinggi dan semangat perpaduan yang benar, dia akan berusaha meredakan keadaan dan mencari kaedah kaedah pendamaian antara pihak bersengketa. jika ikhlas insyaAllah dia akan menemui jalan tengah yang akan memuaskan hati kedua pihak bersengketa . usaha ini memerlukan kesedaran yang tinggi dan semangat yang tidak mudah padam , dada terbuka dan perasaan yang dapat dikawal.  maka pahala yang besar menanti melebihi pahala puasa, solat dan sedekah  yg sunat. 






HADIS 40 - MENJAGA KESIHATAN DAN KEBERSIHAN

dari Aisyah r.a  , Rasulullah s.a.w bersabda , "10 perkara termasuk dari fitrah (sunnah rasulullah), pertama memotong misai, kedua membiarkan janggut(tidak dipotong),  ketiga bersiwak,  keempat mencuci lubang hidung,  kelima memotong kuku, keenam mencuci celah celah jari, ketujuh mencabut bulu ketiak,  kelapan mencukur bulu ari ari , kesembilan beristinjak,  berkata perawi hadis saya lupa yang kesepuluh, rasanya ialah berkumur-kumur."

H.R   Muslim

HURAIAN :

kebersihan itu sesuai dengan tuntutan agama dan fitrah manusia , dan apabila kita melihat sesuatu yang bersih maka akan sejuklah pandangan kita  dan hati menjadi tenang. 






HADIS 41 - RAPI , KEMAS DAN CANTIK

dari Ibnul Hanzaliyah  , Rasulullah s.a.w bersabda , "Sesungguhnya kamu akan datang menemui  saudara-saudara mu, Oleh itu perbaikilah kenderaan kamu dan rapikanlah pakaian kamu sehingga kamu seakan akan tahi lalat(tempat tumpuan pandangan) antara manusia . Allah tidak suka kepada yang keji dan juga tidak suka kepada sesuatu yang dijadikan keji ."

H.R  Abu Daud

dan dari abdullah bin mas'ud , Rasulullah s.a.w bersabda , "Tidak masuk syurga siapa yang ada di dalam hatinya sifat takbur walaupun hanya sebesar zarrah(biji sawi)". lalu seorang lelaki bertanya,"wahai rasulullah, sesungguhnya seorang lelaki suka akan pakaiannya bagus dan kasutnya bagus(yakni adakah demikian dimaksudkan takbur?) nabi menjawab,"Sesungguhnya Allah taala itu cantik dan ia suka kepada yang cantik . Takbur itu menolak kebenaran dan menipu manusia."

H.R   Muslim

HURAIAN :

rapi , kemas dan cantik memang disukai oleh semua orang.  maka hendaklah kita sentiasa rapi dan kemas seperti yang dianjurkan oleh rasulullah .





HADIS 42 - MASYARAKAT MADANI YANG DIIDAMKAN 

dari abu hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda , "ada 7 golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naunganNya,: Pemimpin yang adil . Pemuda yang hidup dalam ketaatan kepada Allah, lelaki yang hatinya terkait dengan masjid, 2 orang yang saling cinta mencintai kerana Allah berhimpun kerana Allah dan berpisah kerana Allah, Lelaki yang dirayu oleh perempuan jelita untuk mengerjakan zina lalu ia berkata Aku takut akan Allah, dan lelaki yang menyembunyikan sedekahnya, sehingga tangan kirinya tidak tahu dengan apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya, dan seorang lelaki yang mengingati Allah dalam keadaan sendirian  maka mengalir air matanya ."

H.R  Bukhari dan Muslim

HURAIAN :

inilah 7 unsur yang jika wujud maka wujudlah masyarakat madani yang sebenar , pertama pemimpin yang adil maka keadilannya akan dapat dirasai oleh masyarakat, kedua pemuda pemuda yang rajin beribadat yang kebiasaannya orang2 tua yg rajin beribadat, ketiga pemuda yang hatinya tertaut kepada masjid, selepas solat subuh hatinya akan tertanya bilakah pula akan datang berkunjung ke masjid , maka hatinya akan menjawab pada solat zohor dan begitulah seterusnya pada waktu lain, ke-5 lelaki yang dapat menolak ajakan untuk berzina dalam keadaan dia mampu untuk melakukannya kerana takut kepada Allah, ke-6 penderma yang menderma semata mata mengharapkan keredhaan Allah dan ke-7 golongan yang banyak bermunajat dan berzikir sendirian  yang hatinya takut gementar pada Allah , harapkan redhaNya dan mengalir air mata tanda luahan rasa dalam dada.
jika wujud 7 golongan ini maka terbentuklah masyarakat madani .



PENUTUP
DOA DIKURNIA AKHLAK MULIA
(bagus dibaca pada selesai solat fardhu)

Wahai Tuhanku ! beri oleh Mu pada diriku akan sifat taqwanya , dan sucikan olehMu akan dia, kerana Engkaulah yang sebaik baik menyucikan akan dia dan Engkaulah yang sebaik baik yang memerintahkan akan dia dan Yang menolong akan dia. 
Wahai Tuhanku ! Beri OlehMu akan daku hidayah yang menunjuki akan aku untuk mencapai sebaik baik perangainya , kerana tiada yang memberi hidayah untuk sebaik baiknya itu melainkan Engkau. Dan aku memohon akan Dikau supaya Engkau memalingkan daripadaku akan kejahatan nafsuku, kerana tiada yang memalingkan daripadaku akan kejahatan nafsuku melainkan Engkau. 
Aku memohon akan Dikau akan permohonan orang yang sangat berhajat kepadaMu , yang sangat faqir kepada rahmatMu , dan aku berdoa akan Dikau akan doa orang yang faqir lagi hina. Maka janganlah Engkau jadikan akan daku dengan meminta akan  Dikau wahai Tuhanku akan celaka, kerana Engkau sangat kasih sayang akan daku lagi mengasihani akan kelemahanku , wahai Tuhan yang sebaik baik zat yang dipohonkan doa kepada Nya dan yang terlebih murah zat yang memberi

dikutip dari kitab sairus salikin juzuk 1 ms 583